Perbedaan Prilaku Mahasiswa Ngekost dan Nyantri

Terilham dari keseharian saya sebagai mahasiswa sekaligus santri di salah satu psantren salafi di Kota Bandung, saya tertarik untuk melakukan sebuah observasi terhadap keseharian santri yang juga sebagai anak kuliahan, dengan keseharian anak kuliahan yang hanya tinggal di kostan. Memang, ada beberapa perbedaan yang menonjol yang saya rasakan dan saya perhatikan baik sebagai anak kuliahan murni dengan anak kuliahan sekaligus santri. (Juga: Tips sederhana membuat puisi romantis)


Pertama saya mengobservasi tentang jumlah mahasiswa yang tinggal ngekost, dengan mahasiswa yang tinggal di psantren atau sebagai santri, dan memang mahasiswa yang tinggal ngekost lebih mendominasi daripada mahasiswa yang tinggal di psantren. Di jurusan saya ada tiga orang mahasiswa yang juga sebagai santri.

Hiburan: Buat acara nonton kamu berkesan dengan tips berikut

Memang terjadi perbedaan pada tingkat konsentrasi pembelajaran antara keduanya, yang satu hanya berkonsentrasi pada satu konsentrasi yaitu hanya sebagai anak kuliah dengan tugas-tugasnya sebagai anak kuliahan, sedangkan yang satu lagi harus berkonsentrasi  pada dua konsen harus konsen pada tugas-tugas kuliah, juga harus konsen pada tugas-tugasnya sebagai santri. Hal ini menjadi sebuah  hal yang menarik untuk diobservasi oleh saya terutama pada efek yang nampak dari perbedaan tersebut terhadap prilaku kesehariannya.



Saya melihat kebanyakan anak kost hanya menghabiskan waktunya di kampus, di kostan, atau di organisasi-organisasi yang diikuti-kalau ada, sedangkan bagi santri ada tambahan kegiatan yaitu melakukan kegiatan ngaji selama di pesantren apalagi ketika hari-hari libur. Dan dari kegiatan yang berbeda tersebut membentuk prilaku keseharian yang berbeda, disamping tanggung jawab dan care-nya pada lingkungan, santri nampak sedikit lebih dalam hal kognitifnya -terutama dalam bidang agama, hal itulah yang saya temui dari hasil observasi kecil-kecilan saya terhadap status saya yang sebagai santri juga anak kuliahan.