Kisah Inspiratif dari Keluarga Sejahtera Tanpa Televisi

Kisah nyata ini berasal dari sebuah pedesaan di Cianjur yang sebenarnya sudah sedikit berkembang dan itu dibuktikan dengan adanya aliran listrik dan terjangkaunya internet pada desa tersebut, hampir semua warganya yang kebanyakan berprofesi sebagai petani mampu meramaikan ruangan rumahnya dengan tayangan hiburan dalam televisi, sehingga informasi dengan mudahnya masuk dan berkembang di desa tersebut, anak-anak pun berbahagia karena banyak tayangan anak untuk dijadikan hiburan mulai dari kartun, acara lokal untuk anak, dan lain sebagainya.
Namun dibalik kemajuan teknologi yang sedang berkembang di desa tersebut ada terselip kisah inspiratif dari sebuah keluarga sederhana yang beranggotakan bapak, ibu, dan 3 orang anaknya yang berusia 6, 4, dan 2 tahun anak pertama sudah mulai masuk Sekolah Dasar kelas satu, anak yang kedua sedang masuk PAUD, dan anak bungsu yang selalu ikut pada ibunya kemana pun ibunya pergi, sang Ibu hanya sibuk di rumah mengurus ke tiga anaknya tersebut, sedangkan sang ayah sibuk bekerja sebagai Pengajar di salah satu SMP Negeri di Kota Cianjur.

Sebenarnya mereka mampu untuk hanya sekedar membeli televisi namun sang Ibu dan sang Ayah sepakat untuk tidak membelinya selama anak-anak belum menginjak bangku SMA, bukan tanpa alasan mereka melakukan keputusan tersebut, alasan mereka sebenarnya sederhana, mereka ingin fokus untuk mengajari anak-anaknya dengan tanpa ada gangguan dari televisi, mereka menyadari sulit sekali menyaring acara yang benar-benar bermanfaat untuk sang buah hati, oleh karenanya lebih baik mencegah dari pada mengobati, sehingga saatnya nanti mereka (anak-anak) menyadarinya.