Kisah Inspiratif Dibalik Indahnya Mesjid At-Ta’awun Puncak

Siapa yang tak mengenal masjid indah yang terletak di kawasan puncak, mesjid yang diberi nama At-Ta’awun adalah mesjid yang paling banyak dikunjungi oleh banyak orang yang menyempatkan untuk beribadah atau hanya sebatas bersinggah untuk sejenak beristirahat dari lelahnya perjalanan yang terkadang dihadang oleh kemacetan puncak yang begitu padat apalagi kalau weekend menjelang, termasuk saya sendiri yang selalu menyempatkan bersinggah di mesjid tersebut untuk beribadah sholat dan sejenak beristirahat manakala perjalanan saya dari Cianjur menuju ibu kota Jakarta.


Dibalik keindahannya mesjid At-Ta’awun di Puncak saya mempunyai kisah tersendiri dan mungkin kisah ini juga dirasakan oleh banyak orang yang secara tidak sengaja mengalaminya, kisah ini saya alami sekitar tahun 2012 pada saat itu saya ada sebuah perjalanan ke Jakarta untuk studi banding ke salah satu perguruan tinggi di Jakarta, saya dan teman-teman singgah sebentar di mesjid tersebut untuk menjalankan ibadah sholat Dzuhur. Seperti biasanya setelah selesai sholat saya berjalan-jalan di sekitar halaman mesjid hanya untuk mengambil foto, ditengah perjalanan saya bertanya pada salah satu marbot mesjid yang sedang memberesihkan halaman masjid untuk menunjukan dimana saja saya boleh mengambil foto untuk diabadikan, sang marbot menunjukkan tempat yang boleh untuk berfoto dengan santun dan ramahnya.

Baca juga:
Masih jomblo? mungkin kamu butuh ini

Setelah lama mengambil banyak foto bersama teman saya, saya menerima kabar untuk segera berkumpul ditempat yang sebelumnya menjadi tempat berkumpul kami,  sambil berjalan saya bertemu dengan marbot mesjid tersebut namanya Kang Asep, berniat hanya untuk berterima kasih, tapi dalam benak saya tertarik untuk menanyakan dibalik siapa yang mempunyai mesjid indah ini, sang marbot menceritakan bahwa pemilik mesjid sering sekali mengunjungi mesjidnya ini dia (pemilik mesjid) terkenal orang kaya yang sangat baik dan mempunyai beberapa penginapan di kawasan puncak ini, ditengah perjalanan saya juga kembali bertemu dengan marbot yang menunjukan tempat saya boleh berfoto, saya juga ucapkan terima kasih dan marbot itu mengucapkan “sama-sama, jangan sungkan kalau lewat ke puncak mampir lagi aja sini kan bisa foto-foto” ujar bapak marbot mesjid itu sambil tersenyum. (Unik: Fakta postif dibalik dampak bahaya rokok)
Masih ditemani Kang Asep yang kebetulan mau memberesakan halam depan, dia berbisik pada saya “A yang bapak-bapak tadi itu namanya Haji Ahmad dialah yang mempunyai mesjid ini dan banyak penginapan di kawasan puncak, tanah yang dibangun mesjid ini adalah wakaf darinya” ungkap Kang Asep. “Subhanalloh” saya hampir habis kata-kata mengetahui bahwa sang pemilik adalah yang saya kira marbot mesjid, sosok yang rendah hati  telah membukakan hati saya tentang seorang yang menginspirasi dan memotivasi saya dalam hidup ini. (Tulisan dari Fahmi Ibrahim)