Belajar Dari Semut: Selalu Menyapa Mana Kala Berjumpa

Tuhan telah menciptakan alam semesta ini untuk kita pelajari setiap makhluk yang tercipta di dalamnya, ada jutaan lebih makhluk ciptaan Tuhan yang mengisi bumi ini mulai dari jenis tumbuh-tumbuhan, hewan-hewan, sampai diri kita sendiri selaku manusia turut mengisi bumi ini. Setiap tumbuhan pasti berbeda satu sama lain, begitu pun dengan hewan yang banyak jenisnya, dan lagi-lagi manusia mempunyai banyak perbedaan di setiap tempat tinggalnya, alangkah eloknya apabila perbedaan itu kita telusuri dengan berharap ada pengalaman yang bisa dibagi kepada banyak orang.


Berbicara tentang hewan kita tentunya mengenal dengan nama ‘Semut’ hewan kecil yang selalu terlihat hidup dengan berkelompok, semut juga sering difigurkan dengan sosok yang mencintai makanan manis atau makanan yang banyak mengandung gula, sampai-sampai ada sebuah pribahasa “Dimana ada gula disitu ada semut”. Tapi disisi lain kita bisa mengambil pelajaran bahwa semut adalah hewan yang ramah terhadap temannya sendiri dengan dibuktikan setiap kali semut bertemu temannya maka dia akan menyapa dengan bahasanya sendiri.

Mahasempurna Tuhan yang telah menciptakan semut untuk kita ambil pelajaran tentang kepeduliannya terhadap sesama, kita selaku umat manusia yang seharusnya bisa lebih peduli terhadap sesama, tidak ada lagi benteng yang menghalangi kita manakala kita ingin mengulurkan tangan untuk membantu mereka yang saat ini mungkin hidup lebih susah daripada kita yang sedang santai menikmati kehidupan ini, belajarlah terus dari sekitar kita karena Tuhan selalu memberi pelajaran dengan perumpamaan disekitar kita. (Juga: Makna monumen 7 sepeda Kota Cimahi)