Sukses Berawal Dari Kegagalan

Ketika kemarin penulis menjalani kuliah rutin untuk mata kuliah BLS (Basic Life Skills), terbersit oleh penulis untuk memasukannya kedalam salah satu postingan Blog penulis, ketika dosen penulis mengatakan serangkaian kata-kata sebagai berikut:  "Menemukan diri sendiri merupakan perjalanan yang tidak pendek, melelahkan, bahkan bisa juga membosankan." Ada sedikit dorongan motivasi khususnya bagi penulis, bahwa benar sekali untuk mengenal diri sendiri itu membutuhkan jangka waktu yang tidak pendek dan kadang membosankan.

Perlu disadari, dari semenjak kecil hingga dewasa ini, kita rasakan banyak persinggungan-persinggungan yang semakin kesini semakin kuat terasa. Coba kita renungkan sebagai berikut:

Masa Kecil
Masa ini persinggungan sangatlah minim, bahkan kebanyakan adalah dorongan-dorongan dari sekeliling untuk melakukan sesuatu dengan penuh semangat dan kesabaran, dan ketika gagal pun, rasa minder belum muncul, karena sekeliling mendukung dan memberi semangat untuk melakukannya kembali, seperti contoh kecil belajar berjalan pada masa kecil yang pastinya kita rasakan sendiri, tak ada kata minder atau menyerah atau pun malu, karena lingkunganlah yang mendukung sepenuhnya.

Masa Dewasa
Mulai pada masa ini, timbul rasa ego, minder, malu, takut, dan sifat-sifat lain yang sebelumnya tak pernah ada, yang ditambah sedikitnya dukungan positif dari lingkungan sekitar, karena kita dituntut untuk memecahkan masalah secara mandiri. Ketika suatu masalah datang kemudian kita salah menanggapinya yang menimbulkan kegagalan, maka kita akan dihadapkan pada opini yang akan menjatuhkan mental kita bahkan membunuh harapan kita, contoh ketika seseorang tidak lulus dalam ujian akhirnya, maka ia akan takut pada opini yang akan membicarakan kegagalannya, yang menyebabkan keterpurukan mental, dan inilah bahayanya.


Solusi dari semua permasalah itu ialah: pertama, yakinlah bahwa kegagalan dalam hidup adalah salah satu cara untuk mencapai kesuksesan yang sebenarnya. Kedua, Ajahn Brahm menggambarkan dalam salah satu karyanya bahwa "Kecendrungan manusia itu hanya melihat dua bata yang benkok tanpa menghiraukan ratusan bata yang tertumpuk dengan indah", maksudnya di antara kegagalan yang sedikit itu banyak rentetan kesuksesan yang kita acuhkan, namun kita lebih menitik beratkan pada "dua bata" yang bengkok. Jadi, kesimpulannya adalah tetap semangat walau sering kali kita dihadapkan pada kegagalan, karena Thomas Alfa Edison butuh 99 kali gagal untuk meraih kesuksesan yang sejati. 


3 Responses to " Sukses Berawal Dari Kegagalan "

  1. No pain, no gain --- begitu kata org bule, qta jga bsa mencontoh... Halangan terbesar adalah ketakutan dlm diri qta akan adanya kegagalan... Biasanya bisa dibantu dgn diskusi bersama rekan sejawat atw mrk yg senang berpikir positif dan jga kompeten dlm hal itu... uuupppsss... kebanyakan komen neehhh... sooorrrrriiiiii...

    ReplyDelete
  2. bener kegagalan itu adalah pintu awal kemenangan, dan kegagalan itu adalah ujian dari tuhan untuk menguji sberapa tangguh hambanya... jadi jangan takut gagal..!

    ReplyDelete
  3. Kegagalan sesuatu keberhasilan yang tertunda!

    ReplyDelete

Yang Ngasih Komen Semoga Tambah Cakep !!